Seleksi Makin Ketat

Filed Under (Untuk direnungkan) by Admin on 30-07-2009

Tagged Under :

Dalam persepsi kami, berbagai masalah yang saat ini masih terus dihadapi oleh SP.AP.I bagaikan sebuah ujian bagi para pejuang yang mengaku sebagai pejuang hati nurani pada sebuah sekolah Hati Nurani terfavorit dengan standard nilai yang tinggi dan bertaraf Internasional.
Read the rest of this entry »

PELELANGAN DI ANGKASA PURA I

Filed Under (Sekilas Info) by Yusak on 29-05-2009

Tagged Under :

Perusahaan kami CV.INDOTAMA PRIMA. telah mengikuti proses tender yang telah disyaratkan Panitia Lelang namun sesuai dengan surat dari Angkasa Pura I nomer : ROD.AP.I.216/PL.02/2009-B Tanggal 27 April 2009. pelelangan tersebut di batalkan oleh panitia dari hasil keputusan manajamen. Padahal perusahaan kami telah mengikuti proses E-Auction menggunakan PC, hasil pemenang sementara adalah perusahaan kami dengan penawaran sebesar :Rp. 27.850.000.000,- dari pagu anggaran yang tersedia Rp43.000.000.000,- Pihak manajamen Angkasa Pura I semena mena mengeluarkan keputusan tersebut dan tidak memikirkan kerugian pihak lain.
Keputusan tersebut di indikasi Nepotisme.
Sepengetahuan kami nepotisme masuk katogori KKN dan KKN adalah jika kita melakukan persekongkolan sehingga merugikan negara itu adalah KKN.
Padahal baru baru ini Tgl 2 Maret 2009 manajamen Angkasa Pura I telah memberikan Kontrak Kerja kepada perusahaan kami mengenai pekerjaan ILS Jogyakarta. Yang di Tanda Tangani Oleh Direktur Utama (BAMBANG DARWOTO). dengan Nomor SPJB : 13 / SPJB / PL.10 / 2009 – DU.
Kenapa kontrak itu di berikan sedangkan proses tender pekerjaan TelNAv lombok malah dibatalkan.
Padahal panitianya sama, prosesnya sama, perusahaan yang menawarkan sama.
Aneh ya manajamen PT.(Persero) Angkasa Pura I selaku perusahaan BUMN milik pemerintah Indonesia Raya.
Memberikan keputusan yang berbeda.
Apa karena nilai proyek ILS Jogya kecil sehingga tidak diminati oleh pihak tertentu.
Atau karena nilai proyek TelNav Lombok, besar sehingga diminati pihak yang dikenal oleh pejabat Angkasa Pura I.
Atau penawaran kami terlalu rendah dari pagu anggaran.